Untuk informasi, UMP DKI tahun 2011 sesuai dengan per 1 Januari 2011 (sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 196/2010) adalah sebesar Rp. 1,290,000,-/bulan. Upah Minimum Sektoral sedang dalam proses(YMA)
Sebagai informasi bila rekan-rekan dilokasi masing-masing masih ada gaji yang dibawah UMP menjadi perhatian untuk diperjuangkan karena gaji nya kesundul
Senin, 20 Desember 2010
BERITA DUKA
Innalillahi wainnaillaihi rojiun..telah berpulang ke rahmatullah jam 21.30 WIB IBU FARKAH 65 tahun Desa sambogunung Gresik Jawa Timur. Ibunda tercinta dari Sdr Muskhol wakil Sekretaris DPD FSP FARKES/R DKI. Semoga amal ibadah Ibunda diterima oleh Allah SWT & keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan hati..Amin YRA..
Segenap Pengurus DPD FSP FARKES/R DKI mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Sdr. Mustokhul
Segenap Pengurus DPD FSP FARKES/R DKI mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Sdr. Mustokhul
SEGENAP PENGURUS DAN ANGGOTA DPD FSP FAKRKES REFORMASI
DKI JAKARTA
MENGUCAPKAN
TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA ORANG TUA DARI REKAN KITA
MUSTOKHUL SEKRETARIS DPD DKI
SEMOGA
AMAL IBADAHNYA DITERIMA DISISINYA DAN KELURAGA YANG DITINGGALKAN DIBERI KETABAHAN
DKI JAKARTA
MENGUCAPKAN
TURUT BERDUKA CITA ATAS MENINGGALNYA ORANG TUA DARI REKAN KITA
MUSTOKHUL SEKRETARIS DPD DKI
SEMOGA
AMAL IBADAHNYA DITERIMA DISISINYA DAN KELURAGA YANG DITINGGALKAN DIBERI KETABAHAN
AMIN
(SBY)
(SBY)
Rabu, 08 Desember 2010
SELAMAT TAHUN BARU 1432 H
Asalamu alaikum warohmatullah wabarokatu
teman -temanku semua selamat tahun baru hijriyah 1432 H,semoga ditahun yg baru ini kita lebih baik dari tahun sebelumnya serta sel;alu didalam lindungan n Ridho ALLAH SWT , hari ini kita merayakan & memasukinya,mari kita bahas masalah ini bersama ,baiklah kita mulai saja pembicaraan ini
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)
Dalam rangka menyambut dan bukan memperingati atau merayakan tahun baru Hijriyah, berikut ini beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh ummat Islam:
Pertama. Setiap orang Islam senantiasa dengan bangga menunjukkan jati diri keislamannya, antara lain –dalam konteks ini- dengan lebih mengutamakan penggunaan kalender Hijriyah sebagai salah satu identitas ummat pengikut Rasulullah Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam.
Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Islam (yang berserah diri kepada Allah)". (QS. Ali Imran : 64)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata : "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam (yang berserah diri)?" (QS. Fushshilat : 33)
Kedua. Menjadikan fenomena pergantian waktu : siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya yang merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah, untuk banyak bertafakkur dan berdzikir mengingat muroqobah (pengawasan) Allah, dan bukan untuk merayakannya dengan cara-cara yang penuh dengan kesia-siaan, seperti yang biasa kita saksikan pada fenomena penyambutan tahun baru yang lain.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran : 190).
Ketiga. Mengingatkan bahwa, berdasarkan sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, tidak ada contoh aktifitas atau praktek ritual tertentu dalam menyambut pergantian tahun.
Keempat. Namun tidak ada salahnya, bahkan sangat baik jika momentum ini digunakan untuk hal-hal bermanfaat yang tidak bersifat ritual khusus, seperti diambil ibrah dan pelajaran darinya, disamping dimanfaatkan untuk muhasabah dan instropeksi diri. Karena setiap muslim harus selalu melakukan muhasabah diri, disamping setiap saat, juga yang bersifat harian, pekanan, bulanan, tahunan dan seterusnya. Umar bin Al Khatthab radhiyallahu ’anhu berkata :
”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang nanti dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar (hari menghadap Allah)”, Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (QS Al-Haaqqah : 18)
Kelima. Mengambil ibrah dari semua kejadian dan peristiwa sepanjang tahun sebelumnya, dan tahun-tahun sebelumnya dimana berbagai krisis dan konflik multidimensi, serta musibah dan bencana besar silih berganti telah mengharu biru kehidupan bangsa Indonesia pada umumnya dan ummat Islam pada khususnya. Padahal itu semua hanyalah sebagian saja diantara hak sanksi/hukuman atas fenomena maraknya bermacam-macam kejahatan, kemaksiatan dan penyimpangan yang diperbuat tangan-tangan kotor manusia pendurhaka. Disamping sekaligus peringatan dari Allah agar kita sadar dan kembali kepada-Nya. Maka, marilah kesempatan waktu yang masih diberikan Allah saat ini kita manfaatkan untuk benar-benar tobat dan memperbaiki diri. Dan jangan menunggu –la qaddarallah- sampai Allah mencabut masa penangguhan yang diberikan oleh-Nya atau sampai Dia memberikan peringatan yang lebih keras lagi!!!
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Rum : 41)
Dan kalau sekiranya Allah hendak menyiksa manusia sesuai dengan perbuatan jahatnya, niscaya Dia tidak akan menyisakan di atas permukaan bumi satupun mahluk melata, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ketentuan ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS. Faathir : 45).
Keenam. Tahun baru Hijriyah mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka marilah kita benar-benar menhijrahkan diri dari segala bentuk keburukan menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kebid’ahan menuju kesunnahan, dari kejahiliyahan menuju totalitas Islam dan dari kegelapan memperturutkan hawa nafsu menuju cahaya terang keikhlasan dalam menggapai ridha Allah.
المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده و المهاجـر من هـجـر ما نهى الله عنه – متفق عليه
Orang muslim adalah orang yang tidak mengganggu orang muslim lain baik dengan lidah maupun tangannya, dan orang yang hijrah itu adalah orang yang hijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketujuh. Mengingatkan ummat Islam dan masyarakat bahwa, marak dan merajalelanya berbagai bentuk kemaksiatan yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan selama ini, tidak terlepas dari fenomena lemahnya semangat dan usaha da’wah serta amar bil ma’ruf wannahi ‘anil munkar di kalangan masyarakat. Padahal ummat ini adalah ummat da’wah, dimana usaha da’wah seharusnya ditunaikan oleh setiap individu muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing. Oleh karenanya mari kita tingkatkan aktifitas da’wah yang berorientasi pada pembinaan generasi ummat dan pencegahan serta pemberantasan kemunkaran di muka bumi.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran : 104).
من رأى منكم منكـرا فليغـيّـره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، و ذلك أضعف الإيمان – رواه مسلم
Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemunkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu pula, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim)
Kedelapan. Secara khusus kami mengajak seluruh ummat Islam untuk mengawali tahun baru Islam ini –disamping dengan bentuk-bentuk ketaatan lain- dengan memperbanyak puasa dibulan Muharram khususnya pada tanggal 10 dan 9 (’Asyura dan Tasu’a).
قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم : أفضل الصيام بعد رمضان شهـر الله المحـرم و أفضل الصلاة بعد الفـريضة صلاة الليل – رواه مسلم
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim)
سئل رسول الله صلّى الله عليه و سلّم عن صيام يوم عاشوراء فقال : يكـفّـر السنة الماضية – رواه مسلم
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ’Asyura (tanggal 10 Muharram), maka Beliau bersabda : ”Bisa menghapus (dosa-dosa kecil) satu tahun yang lewat. (HR. Muslim)
و قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم : لئن بقيت إلى قابل لأصومنّ التاسع – رواه مسلم
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kalau Aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan puasa pada tanggal 9 (Muharram). (HR. Muslim)
Demikian taushiyah ini disampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Mudah-mudahan Allah SWT mencintai kita, mengumumkan kecintaan-Nya kepada penduduk langit, dan menurunkan kecintaan itu kepada seluruh penduduk bumi. Amiin
Semoga …bermanfaat & berfaedah artikel ini untuk lebih mendekatkan diri kita kepada sang pencipta (allah s.w.t)
teman-teman ku semua kaum muslimin & muslimah di dunia ini,mari kita belajar & menggali ilmu agama islam & sunah-sunah rosulullah s.a.w ,ditempat group-group kami

teman -temanku semua selamat tahun baru hijriyah 1432 H,semoga ditahun yg baru ini kita lebih baik dari tahun sebelumnya serta sel;alu didalam lindungan n Ridho ALLAH SWT , hari ini kita merayakan & memasukinya,mari kita bahas masalah ini bersama ,baiklah kita mulai saja pembicaraan ini
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)
Dalam rangka menyambut dan bukan memperingati atau merayakan tahun baru Hijriyah, berikut ini beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh ummat Islam:
Pertama. Setiap orang Islam senantiasa dengan bangga menunjukkan jati diri keislamannya, antara lain –dalam konteks ini- dengan lebih mengutamakan penggunaan kalender Hijriyah sebagai salah satu identitas ummat pengikut Rasulullah Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam.
Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Islam (yang berserah diri kepada Allah)". (QS. Ali Imran : 64)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata : "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam (yang berserah diri)?" (QS. Fushshilat : 33)
Kedua. Menjadikan fenomena pergantian waktu : siang-malam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya yang merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah, untuk banyak bertafakkur dan berdzikir mengingat muroqobah (pengawasan) Allah, dan bukan untuk merayakannya dengan cara-cara yang penuh dengan kesia-siaan, seperti yang biasa kita saksikan pada fenomena penyambutan tahun baru yang lain.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. Ali Imran : 190).
Ketiga. Mengingatkan bahwa, berdasarkan sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam, tidak ada contoh aktifitas atau praktek ritual tertentu dalam menyambut pergantian tahun.
Keempat. Namun tidak ada salahnya, bahkan sangat baik jika momentum ini digunakan untuk hal-hal bermanfaat yang tidak bersifat ritual khusus, seperti diambil ibrah dan pelajaran darinya, disamping dimanfaatkan untuk muhasabah dan instropeksi diri. Karena setiap muslim harus selalu melakukan muhasabah diri, disamping setiap saat, juga yang bersifat harian, pekanan, bulanan, tahunan dan seterusnya. Umar bin Al Khatthab radhiyallahu ’anhu berkata :
”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang nanti dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar (hari menghadap Allah)”, Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (QS Al-Haaqqah : 18)
Kelima. Mengambil ibrah dari semua kejadian dan peristiwa sepanjang tahun sebelumnya, dan tahun-tahun sebelumnya dimana berbagai krisis dan konflik multidimensi, serta musibah dan bencana besar silih berganti telah mengharu biru kehidupan bangsa Indonesia pada umumnya dan ummat Islam pada khususnya. Padahal itu semua hanyalah sebagian saja diantara hak sanksi/hukuman atas fenomena maraknya bermacam-macam kejahatan, kemaksiatan dan penyimpangan yang diperbuat tangan-tangan kotor manusia pendurhaka. Disamping sekaligus peringatan dari Allah agar kita sadar dan kembali kepada-Nya. Maka, marilah kesempatan waktu yang masih diberikan Allah saat ini kita manfaatkan untuk benar-benar tobat dan memperbaiki diri. Dan jangan menunggu –la qaddarallah- sampai Allah mencabut masa penangguhan yang diberikan oleh-Nya atau sampai Dia memberikan peringatan yang lebih keras lagi!!!
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Rum : 41)
Dan kalau sekiranya Allah hendak menyiksa manusia sesuai dengan perbuatan jahatnya, niscaya Dia tidak akan menyisakan di atas permukaan bumi satupun mahluk melata, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ketentuan ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS. Faathir : 45).
Keenam. Tahun baru Hijriyah mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka marilah kita benar-benar menhijrahkan diri dari segala bentuk keburukan menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kebid’ahan menuju kesunnahan, dari kejahiliyahan menuju totalitas Islam dan dari kegelapan memperturutkan hawa nafsu menuju cahaya terang keikhlasan dalam menggapai ridha Allah.
المسلم من سلم المسلمون من لسانه و يده و المهاجـر من هـجـر ما نهى الله عنه – متفق عليه
Orang muslim adalah orang yang tidak mengganggu orang muslim lain baik dengan lidah maupun tangannya, dan orang yang hijrah itu adalah orang yang hijrah meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketujuh. Mengingatkan ummat Islam dan masyarakat bahwa, marak dan merajalelanya berbagai bentuk kemaksiatan yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan selama ini, tidak terlepas dari fenomena lemahnya semangat dan usaha da’wah serta amar bil ma’ruf wannahi ‘anil munkar di kalangan masyarakat. Padahal ummat ini adalah ummat da’wah, dimana usaha da’wah seharusnya ditunaikan oleh setiap individu muslim sesuai dengan kemampuan masing-masing. Oleh karenanya mari kita tingkatkan aktifitas da’wah yang berorientasi pada pembinaan generasi ummat dan pencegahan serta pemberantasan kemunkaran di muka bumi.
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran : 104).
من رأى منكم منكـرا فليغـيّـره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، و ذلك أضعف الإيمان – رواه مسلم
Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemunkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu pula, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim)
Kedelapan. Secara khusus kami mengajak seluruh ummat Islam untuk mengawali tahun baru Islam ini –disamping dengan bentuk-bentuk ketaatan lain- dengan memperbanyak puasa dibulan Muharram khususnya pada tanggal 10 dan 9 (’Asyura dan Tasu’a).
قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم : أفضل الصيام بعد رمضان شهـر الله المحـرم و أفضل الصلاة بعد الفـريضة صلاة الليل – رواه مسلم
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim)
سئل رسول الله صلّى الله عليه و سلّم عن صيام يوم عاشوراء فقال : يكـفّـر السنة الماضية – رواه مسلم
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ’Asyura (tanggal 10 Muharram), maka Beliau bersabda : ”Bisa menghapus (dosa-dosa kecil) satu tahun yang lewat. (HR. Muslim)
و قال رسول الله صلّى الله عليه و سلّم : لئن بقيت إلى قابل لأصومنّ التاسع – رواه مسلم
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kalau Aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan puasa pada tanggal 9 (Muharram). (HR. Muslim)
Demikian taushiyah ini disampaikan untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Mudah-mudahan Allah SWT mencintai kita, mengumumkan kecintaan-Nya kepada penduduk langit, dan menurunkan kecintaan itu kepada seluruh penduduk bumi. Amiin
Semoga …bermanfaat & berfaedah artikel ini untuk lebih mendekatkan diri kita kepada sang pencipta (allah s.w.t)
teman-teman ku semua kaum muslimin & muslimah di dunia ini,mari kita belajar & menggali ilmu agama islam & sunah-sunah rosulullah s.a.w ,ditempat group-group kami
SELAMAT TAHUN BARU 1432H
Segenap Pengurus
DEWAN PIMPINAN DAERAH FARKES Reformasi DKI JAKARTA mengucapkan
Selamat Menyambut Tahun Baru 1432 H
“Esensi HIJRAH bukan hanya perpindahan spasial (tempat), lebih luas adalah perubahan moral dan spiritual kita. Semangat mengubah hidup menjadi lebih baik dg memerangi hawa nafsu, mengendalikan ego pribadi, meninggalkan tindakan yg tidak sesuai syariat-Nya dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.”
Semangat introspeksi untuk berkarya dan mendedikasikan semuanya untuk meraih Ridho-Nya
Selamat Menyambut 1 Muharram 1432 H,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan berkahnya kepada kita semua. AmiinSelasa, 30 November 2010
SEMINAR PRODUKTIFITAS
Rabu 1 Desember 2010, ketua DPD FSP Farkes DKI H Irzani sugilan mengikuti seminar tiga hari di lembah nyiur cisarua puncak bogor tentang produktifitas dari KSPI, semoga bisa membawa ilmu dan untuk para anggota PUK di DKI amin (sby)
Jumat, 26 November 2010
PENUTUPAN SEMINAR CAPACITY BUILDING
Jum'at 26 Nopember 2010, merupakan acara akhir dari serangkain semiknar 3 hari dipuncak bogor, acara penutupan dipimpin oleh bapak iwan Yanuar dan dihadiri oleh Ketua Umum DPP juga perwakilan dari ICEM ibu indah,
Kamis, 25 November 2010
SEMINAR CAPACITY BUILDING
25 Nopember 2010, Cisarua, Puncak, Bogor, Hari kedua seminar 3 hari dipuncak memasuki topik yang cukup hangat dan lagi ngetrend di dunia farmasi,
jam 08.00 s/d 11.30. Acara ini dipandu bapak Iwan Yanuar sebagai ketua Bidang Organisasi dan Pendidikan di DPP FSP Farkes Reformasi, yang mengupas seputar isi muatan PKB yang sesuai stnadard baku bagi dunia farmasi, termasuk menyikapi maraknya praktek kerja KKWT (Kesepakatan Kerja Watu Tertentu ) dan pelaksanaan kerja OUTSOURCHING yang sudah salah kaprah prakteknya dilapangan, karena begitu banyaknya pelanggaran oleh para pengusaha dalam mempraktekan penempatan tenaga kerja outsourch dalam alur kerja pokok, yang mana ini jelas-jelas melanggar UU 13 tahun 2003 Pasal 66 dst. dan diakhir sesi dengan kerja kelompok untuk merumuskan draft PKB terkait merger dari masing-masing kelompok untuk dipanelkan.
Jam.11.00 s/d 13.00 acara dipandu oleh Ibu H.Nunung Nurhayati sebagai lowyer DPP FSP Farkes Reformasi.yang mengupas mengenai kasus kasus menonjol di tahun 2009 s/d 2010 baik tingkat Regional maupun National, dikupas secara jelas Ibu H.Nunung mulai dari penanganannya sampai tingkat kegagalannya.dan disinilah para PUK diberikan wawasan bahwa kasus yang dihadapi, ternyata di lain pihak bisa jadi putusannya bisa beda dalam kasus yang sama,satu sisi kasus bisa dimenangkan dan satu sisi kasus bisa dkalahkan , jadi patokan baku yang seharusnya bisa menjadi acuan dalam memutuskan perkara harusnya sama namun ada faktor x yaitu manusianya atau penegak hukumnya yang masih tergiur dengan rupiah, inilah patokan baku ada 4 hal :
jam 08.00 s/d 11.30. Acara ini dipandu bapak Iwan Yanuar sebagai ketua Bidang Organisasi dan Pendidikan di DPP FSP Farkes Reformasi, yang mengupas seputar isi muatan PKB yang sesuai stnadard baku bagi dunia farmasi, termasuk menyikapi maraknya praktek kerja KKWT (Kesepakatan Kerja Watu Tertentu ) dan pelaksanaan kerja OUTSOURCHING yang sudah salah kaprah prakteknya dilapangan, karena begitu banyaknya pelanggaran oleh para pengusaha dalam mempraktekan penempatan tenaga kerja outsourch dalam alur kerja pokok, yang mana ini jelas-jelas melanggar UU 13 tahun 2003 Pasal 66 dst. dan diakhir sesi dengan kerja kelompok untuk merumuskan draft PKB terkait merger dari masing-masing kelompok untuk dipanelkan.
Jam.11.00 s/d 13.00 acara dipandu oleh Ibu H.Nunung Nurhayati sebagai lowyer DPP FSP Farkes Reformasi.yang mengupas mengenai kasus kasus menonjol di tahun 2009 s/d 2010 baik tingkat Regional maupun National, dikupas secara jelas Ibu H.Nunung mulai dari penanganannya sampai tingkat kegagalannya.dan disinilah para PUK diberikan wawasan bahwa kasus yang dihadapi, ternyata di lain pihak bisa jadi putusannya bisa beda dalam kasus yang sama,satu sisi kasus bisa dimenangkan dan satu sisi kasus bisa dkalahkan , jadi patokan baku yang seharusnya bisa menjadi acuan dalam memutuskan perkara harusnya sama namun ada faktor x yaitu manusianya atau penegak hukumnya yang masih tergiur dengan rupiah, inilah patokan baku ada 4 hal :
- UU.
- Kebiasaan.
- Yurisprudential
- Aerea Sensitif
sampai pada akhir sesi kita diminta untuk menginventarisi permasalahan dan kasus yang ada di lokasi Perusahaan masing-masing untuk dibahas bersama.
Jam 1 3.00 s/d 14.00 acara ini di pandu oleh bapak Djufni Ashary dalam topikpemaham dan perlindungan pekerja yang melekat,disinilah kepiawian bapak Djufni Ashary dalam setiap pemaparan topik dikemas begitu apik dari mulai contoh-contoh kasus sampai langkah-langkah penanganannya dilapangan, dan beliau menekankan bahwa Serikat Pekerja merupakan organisasi yang selalu melekat dengan perlindungan bagi Pekerja hal ini terkait langsung dengan :
Jam 1 3.00 s/d 14.00 acara ini di pandu oleh bapak Djufni Ashary dalam topikpemaham dan perlindungan pekerja yang melekat,disinilah kepiawian bapak Djufni Ashary dalam setiap pemaparan topik dikemas begitu apik dari mulai contoh-contoh kasus sampai langkah-langkah penanganannya dilapangan, dan beliau menekankan bahwa Serikat Pekerja merupakan organisasi yang selalu melekat dengan perlindungan bagi Pekerja hal ini terkait langsung dengan :
- UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.
- UU 21 tahun 2000 tentang serikat Pekerja.
- UU 2 tahun 2004 tentang PPHI (penyelesaian perselisian hubungan industrial )
Kita sebagai Serikat Pekerja untuk paling tidak harus memahami isi undang-undang ketiga tersebut, sehingga serikat pekerja mampu menangani kasus-kasus yang terjadi tanpa harus melibatkan pihak luar.
Jam 15.00 s/d 16.00 acara ini dipandu oleh Ibu Indah dari perwakilan ICEM yang hadir,beliau memapar kan tentang apa itu OECD yang mana aturan ini merupakan kesepakatan bagi bagi pendiri OECD untuk diterapkan diseluruh dunia khususnya bagi perusahaan yang induk globalnya telah mengikuti pedoman OECD aturan ini sama seperti perusahaan yang telah memiliki kedo etik.
Jam 16.00 s/d 17 Acara ini dipandu oleh Ibu Srihati PK.Ssi. yang membawakan topik gender inilah topik yang cukup bikin ger karena seputar peran pria dan wanita semetara yang hadir mayoritas para kaum adam jadi kaum hawa menjadi seolah tak seimbang, sampai ditutup menjelang adzan magrib, (sby)
Langganan:
Postingan (Atom)



